Ketika Dipaksa Turun (Chapter 1)

January 13th, 2009 by adiet-cynconize

1 desember 2008 adalah hari yang ditunggu-tunggu seluruh rakyat Indonesia menyusul terus merosotnya harga minya dunia baik jenis Light Sweet maupun Brent hampir 50%. Ya, pada hari itu pemerintah akan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak jenis Premium, walaupun hanya sebesar Rp. 500.

 

Pukul 00.00 WIB, 15 Desember 2008, secara mengejutkan pemerintah mendadak menurunkan kembali harga BBM jemis Premium dari Rp. 5500 menjadi Rp. 5000 dan Solar dari Rp. 5000 menjadi Rp. 4800. hal ini dilakukan karena harga minyak dunia jenis Light Sweet dan Brent kembali turun berada dikisaran USD 40. terlepas dari kepentingan pollitk untuk menghadapi Pemilu 2009, penurunan harga BBM tentu saja menjadi kabar gembira di akhir tahun dan patut disyukuri.

 

Itulah berita yang sangat ditunggu masyarakat luas belakangan ini. Terutama bagi mereka yang memiliki kendaraan bermotor. Tapi tidak untuk orang-orang seperti diriku yang sampai hari ini masih setia menggunakan jasa angkot dan bus dalam melakukan aktifitas sehari-hari.

 

Ongkos angkutan yang belum juga turun walaupun sudah terjadi dua kali penurunan harga BBM membuat diriku menjerit dan hanya bisa menahan tangis. Penurunan harga BBM tidak berpengaruh terhadap pengeluaran harianku yang diharapkan bisa ikut turun sejalan dengan turunnya harga BBM. Kenapa pihak pengelola angkutan begitu banyak alasan sehingga terkesan tidak mau menurunkan tarif angkutannya?

 

Bisa kita lihat, salah satu faktor terjadinya inflasi adalah harga minyak dunia yang terus naik dan harga BBM dalam negeri pun terpaksa ikut naik. Karena naiknya harga BBM, maka terjadi juga kenaikan hampir seluruh barang kebutuhan sehari-hari. Logikanya, ketika harga BBM turun, tarif angkutan akan ikut turun dan harga kebutuhan sehari-hari juga turun sehingga pengeluaran mahasiswa yang jauh dari orang tua seperti diriku bisa ditekan, itu artinya terjadi penghematan biaya hidup baik bagi diriku maupun orang lain.

 

Kapan tarif angkutan akan turun? Itulah misteri terbesar saat ini, melebihi misteri siapa pemenang Pemilu Legislatif 2009 dan Presiden RI 2009-2014. apakah para pengelola angkutan lupa dengan perjuangan ribuan sekelompok masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM beberapa bulan lalu? Semoga pengelola jasa angkutan tidak terlena dengan keuntungan yang diperoleh dari turunnya harga BBM dan bisa mengerti apa yang diinginkan oleh pelanggan jasa angkutan, terutama penumpang setia angkot dan bis kota.

 

Ya, semoga ongkos atau tarif angkutan segera turun, karena itu sangat membantu mahasiswa yang jauh dari orang tua seperti diriku dan masyarakat luas lainnya yang setia dengan angkutan umum dalam melanjutkan hari esok.

Warisan Tempo Doeloe

September 28th, 2008 by adiet-cynconize

Sudah 63 tahun negeri ini lepas dari penjajahan bangsa asing. Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang adalah bangsa-bangsa asing yang pernah mencoba ‘mengadu nasib’ di bumi ibu pertiwi ini. Dari keempat negara tersebut, mungkin hanya Belanda yang sukses menjajah Indonesia.

Setelah merdeka, Indonesia dihadapkan oleh berbagai situasi. Berbagai gejolak di dalam negeri pun terjadi dan mencapai puncaknya pada tahun 1998. Ya, pada tahun itu, rezim Orde Baru yang secara kasat mata banyak memberi perubahan yang berarti bagi Indonesia, terutama di sektor pembangunan, tapi dibalik semua itu banyak sekali hal-hal yang kurang baik, berhasil ditumbangkan melalui sebuah aksi mahasiswa hampir dari seluruh pelosok negeri yang kita kenal dengan Reformasi.

10 tahun peristiwa heroik tersebut (reformasi) berlalu. Reformasi yang berasal dari kata re- dan formasi bisa diartikan sebagai menata atau menyusun kembali setiap sektor kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia, terutama di sektor eksekutif (pemerintahan). Ini berarti, ada sebuah harapan yang sangat besar dari reformasi yang dilakukan, harapan akan terlaksananya kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

Tapi nyatanya, setelah 63 tahun Indonesia merdeka dan sudah 10 tahun reformasi berlalu, tidak ada perubahan yang berarti di dalam negeri ini. Tidak ada sesuatu yang bisa dirasakan secara nyata berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya terutama di sektor pemerintahan dan perekonomian. Negeri ini masih bersahabat dengan budaya-budaya kolonial yang seperti telah mengakar di negeri ini.

Warisan tempo doeloe. Ya, seperti itulah aku mendeskripsikan budaya kolonial yang masih melekat erat di negeri ini. Bagaimana tidak, bisa kita saksikan setiap hari, bagaimana budaya kolonial tersebut masih bersahabat dengan negeri ini. Mulai dari masalah korupsi, money politic, janji palsu para elit politik, hingga fitnah dan adu domba sesama elit politik. Apakah ini yang kita harapkan dari beratnya perjuangan meraih kemerdekaan? Apakah ini balasan yang setimpal dari darah anak-anak terbaik negeri ini yang rela mengorbankan jiwa dan raga untuk negeri tercinta? Saya yakin tidak!

Terkadang, pedih hati ini melihat masih ada orang yang bergaul dan bersahabat dengan budaya kolonial tersebut. Orang yang kita anggap bisa mengenyangkan perut rakyat malah semakin membuat rakyat mendekati kematian dengan kelaparannya. Orang yang berkeinginan untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya dalam kampanye politik yang dilakukan, ternyata ‘membeli’ hati nurani masyarakat dengan beberapa lembar uang dan menyerang lawan politiknya melalui berbagai macam fitnah demi satu kursi kekuasaan. Seperti lirik sebuah lagu, ‘katanya reformasi, nyata dagang sapi.’ Itulah sekilas realita kehidupan di negara ini.

Tidakkah mereka sadar, menjadi pemimpin sangat berat tanggung jawabnya, baik di dunia dan di akhirat? Bukankah saat di hari akhir nanti setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya. Apakah mereka tidak mengetahui, jika sahabat para Nabi SAW menangis terisak, tersedu-sedu saat diangkat menjadi pemimpin mengingat beratnya tanggung jawab seorang pemimpin dan pedihnya azab bagi pemimpin yang tidak amanah?

Mungkin sekarang kita tidak bisa melakukan reparasi terhadap para pemimpin yang saat ini sedang berkuasa dan membuat rakyat mati perlahan-lahan. Tapi kita bisa memperbaiki diri kita sendiri. Karena kita adalah para pemimpin masa depan yang harus berbeda dengan pemimpin (atau penguasa) saat ini. Kita harus meninggalkan budaya kolonial dan segala bentuk feodalisme yang sekarang masih berteman baik dengan para penguasa di hampir seluruh pelosok negeri ini.

Kita harus segera memilih untuk menjadi manusia ideal yang jauh dari budaya kolonial dan feodalisme atau tetap menjadi manusia kerdil yang bersahabat baik dengan budaya kolonial dan feodal. Kita harus berubah, langkah kita harus semakin tegak! Karena perubahan adalah sebuah kepastian agar negeri ini bisa tersenyum dan meraih kemenangan yang hakiki. Walahu’alam bishawab.

Syukur..

August 24th, 2008 by adiet-cynconize

Alhamdulillah, Allah SWT selalu memberikan nikmat-Nya kepada kita semua. Entah bagaimana kondisi Iman seseorang, Allah tidak pernah membatasi nikmatnya kepada kita. Tidak bisa kita bayangkan, jika Allah tidak menggratiskan setiap udara yang kita hirup atau sinar matahari yang dapat memberikan sumber kehidupan kepada setiap makhluk-Nya di muka bumi.

Tapi, akankah kita selalu bersyukur dengan semua nikmat Allah dalam hidup ini? Tidak jarang kita mengutuk keadaan yang terkadang tidak sesuai dengan keinginan kita. Padahal, belum tentu yang kita inginkan itu baik menurut Allah dan belum tentu yang tidak kita inginkan itu tidak baik menurut Allah (Al Baqarah :216). Allah tau akan segala sesuatu.

Syukur adalah sesuatu yang sangat indah. Tapi tak jarang kita lupa bersyukur kepada-Mu. Meskipun Al Quran telah berkata "Jika kamu bersyukur maka Kami akan tambahkan (nikmat) Kami kepada-Mu dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka azab-Ku sangat pedih (QS. Ibrahim : 7), diri ini terkadang masih saja sombong dan berat untuk bersyukur. Dan juga, dalam Surat Ar Rahman, berulang-ulang disebutkan, "Lalu nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" Kita masih juga lupa untuk bersyukur atas apa yang ada dalam hidup ini.

Ya Allah, jadikanlah kami ahli syukur, seperti Baginda kami, Muhammad SAW yang walalupun telah dijamin masuk ke surga-Mu, masih tetap bersyukur dalam hidupnya. Rabb, jauhkan dan hindarkanlah kami dari azab-Mu yang sangat pedih.

Pantun

August 20th, 2008 by adiet-cynconize

akhir-akhir ini, nampaknya pantun adalah sesuatu yang sangat menarik bagiku..berikut karya cipta pantun buatanku (pantun dadakan) dan satu pantun dari orang lain..hehehe

1. Cincin emas berhiaskan permata
    Untuk dia, sang pujaan diri
    Walau Bengkulu jauh di mata
    tapi tetap dekat di hati

2.  Beli Lempuk Di Bengkulu
     Di Palembang ada sungai musi
     Agar hidup tidak merugi selalu
     Tiap hari kita harus perbaiki diri

3. Bengkulu kota gempa
    1 Muharam tabot dimulai
    jangan terbuai kehidupan dunia
    Ingatlah selalu sang illahi

4. Cantik Selendang Putri Melayu
    Menata bunga di atas nampan
    Kalau ingin Indonesia maju
    pilih saja nomor delapan

Sekian untuk hari ini. Pantun terakhir adalah karya cipta Ust. Tifatul Sembiring
^^,

Bergetar..

August 13th, 2008 by adiet-cynconize

Hari ini, ada suatu peristiwa yang cukup membuatku bergetar. Bukan karena gempa yang sering mampir ke bengkulu, tapi karena sebuah perkenalan dengan seseorang yang tidak ku duga sebelumnya. di tengah keadaan hati yang kering kerontang karena sudah dua minggu ga ngaji, wajar jika hal semacam ini menjadi hiburan di hati.

Malam ini, terbayang dia di setiap gerak langkahku…terbesit penyesalan walau menyesal tidak ada gunanya karena diriku tadi terlalu kaku. tapi ah…tampaknya itu semua hanya membuat langkahku terbelenggu. dan semua itu berpotensi menganggu. Jelas, jantungku bergetar, saat mengingat dia.

Aku tau apa yang ku perbuat tadi sangat-sangat tidak syar’i. Aku tau semua itu hanya melenakan diri. tapi, inilah aku, seorang manusia tidak bisa menahan diri dari segala sesuatu yang mengenakan. karena aku lemah tak berdaya, aku bukan siapa2, bukan seseorang dengan kekuatan super yang dapat menolak segala sesuatu yg datang menghampiri diri..

semoga belenggu ini tidak lama berada di hati. dan semoga aku bisa menggerakkan langkahku dengan aturan-aturan yang syar’i dan hidup yang yang baik adalah hidup dengan perbuatan yang syar’i. if there is a will, there is a way.

Mencoba Memahami

July 29th, 2008 by adiet-cynconize

1_192832478l

Setiap
langkah dalam kehidupan yang kita jalani tentu saja merupakan pilihan dari
segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitar kita. Kita tentu berpikir, dengan
mengukur semua kemampuan di diri kita, pilihan yang kita ambil adalah pilihan
terbaik untuk diri kita.

Dalam
beberapa kesempatan, aku juga harus menjalankan salah satu “prosedur” hidup
ini. Aku tentu memiliki pilihan tersendiri apa saja yang menurutku bagus
diriku, termasuk memilih langkah apa saja yang akan aku ambil dalam merancang
masa depanku.

Aku sangat tertarik untuk sekolah di sebuah
tempat dimana aku yakin di tempat itu aku mampu mewujudkan masa depan yang
baik. Sudah cukup lama aku berpikir seperti ini. Namun pada kenyataannya, aku
harus menempa ilmu di tempat lain yang kondisinya tentu sangat berbeda dengan
sekolah yang selama ini berada dalam mimpiku. Aku sempat merasa kecil hati
ketika menerima kenyataan ini. Sebagian orang-orang di sekitarku menguatkan
diriku untuk menerima kenyataan ini apa adanya dan alhamdulillah aku cukup
terhibur walau aku tau mungkin sebagian yang lain kecewa karena sangat
mengharapkan aku berada di tempat itu.

Setelah
hampir dua tahun menjalani kenyataan yang aku dapatkan, aku kembali mencoba
peruntungan agar dapat berada di tempat itu. Meskipun selama ini, aku
mendapatkan apa yang tidak aku duga-duga berupa beberapa kepercayaan untuk
menjalankan tugas dan amanah, aku tetap bertekad untuk bisa berada di  sana. Walau terkadang aku lalui dengan setengah hati, aku masihjalani agar bisa merancang masa depanku di temapt itu.

Terkadang,
ada sebuah penyesalan yang menghampiri diri ini, penyesalan karena aku tidak
mempersiapkan diri dengan baik dari sejak dulu untuk menghadapi kesempatan
pertama sebelum diriku berada di  sana.

Aku sadar, menyesali sesuatu yang telah terjadi itu tidak ada gunanya dan aku
masih berusaha untuk menerima semu ini dengan lapang dada. Terkadang, muncul
sebuah perasaan tidak enak jika melihat teman-teman yang sukses berada di sana.

Dan
saat ini aku masih menunggu, apakah tahun ini aku bisa berada di tempat yang
aku inginkan dari dulu atau tetap berada disini. Jika aku melihat apa yang
telah aku lakukan selama ini, hanya menambah besar rasa pesimisku dan usaha
yang telah ku lakukan hanya sia-sia belaka.

Dalam surat Al
Baqarah ayat 216, Allah SWT berfirman, “boleh
jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik untukmu, dan boleh jadi (pula)
kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk untukmu. Allah mengetahui,
sedangkan kamu tidak mengetahui
.” Mungkin yang aku jalani saat ini memang
yang terbaik bagiku atau yang terbaik bagiku itu akan datang nanti. Aku terus
mencoba belajar dan memahami apa yang aku dapatkan dan aku jalani saat ini
adalah yang terbaik bagiku dari Allah SWT. Aku masih terus mencoba untuk
berlapang dada dan ikhlas menerima semua ini. Ya Allah, ajarilah aku memahami
semua ini.

Aneh…

July 23rd, 2008 by adiet-cynconize

Tiba-tiba diriku menjadi aneh. Setiap hari, ada saja sesuatu yang menambah keanehan pada diriku.

Ok, ga usah bicara tentang melamun. mungkin itu udah jadi ciri khas diriku. Soal sifat pelupa?Ya, mungkin udah jadi salah satu ciri khas diriku juga. ternyata, hidupku tidak cukup oleh dua keanehan tersebut. Masih ada keanehan lain yang menghampiri.

Kejadian pertama yang menambah keanehan diri ini adalah ketika aku ingin menyebrangi sebuah jalan menuju toko buku Gramedia dan jalan tersebut merupakan jalan satu arah (Ferbodden). Entah sadar atau tidak jalan tersebut adalah jalan satu arah, aku menyebrangi jalan dengan hati-hati dan selalu melihat ke KANAN dan KIRI jalan. Mungkin karena udah jadi kebiasaan atau emang error. Tapi yang jelas, aksiku ini dianggap aneh oleh sebagian orang dan tentu saja menghambat langkahku untuk cepat sampai tujuan.

Next, keanehan kedua adalah saat suatu hari ingin membayar billing di warnet. Tagihan di billing menunjukkan nominal Rp. 2800. Dengan sigap aku merogoh kantung celana sebelah kanan dan dengan penuh percaya ciri serta sepenuh jiwa dan raga aku menyerahkan uang Rp. 1000 dan berharap mendapat kembalian Rp. 1200. Ternyata, telah terjadi human error karena uang Rp. 1000 tersebut aku anggap uang Rp. 5000.

Ketiga, waktu ujian midsemester salah satu mata kuliah. Pak Dosen udah bilang kalau soal nomor delapan, jawaban yang diminta adalah fungsi dan komponen telekomunikasi sedangkan di kertas jawabanku tertulis fungsi komponen telekomunikasi. Memang, jika dibaca sepintas, kedua hal tersebut memang sama. Tapi, jika diteliti tentu memiliki makna yang berbeda.

Huh, ga tau juga kenapa seperti ini. Coba aja keanehan yang datang itu seperti kemampuan unik Spiderman, Superman atau Ironman. Kalau udah gitu, Insya Allah ga akan ada lagi kasus mutilasi di Indonesia.hehehehe
Mungkin ini cuma kebetulan sesaat. Dan kalau ada keanehan yang menghampiri ke diri ini di waktu yang akan datang, semoga keanehan itu adalah keanehan yang bermanfaat bagi kehidupanku, seperti ketika aku mendapatkan peringkat 1 di sebuah kontes publik speaking beberapa waktu lalu atau keanehan itu bermanfaat bagi semua orang, bangsa dan negara.hehehe

Revolusi Hidup

July 2nd, 2008 by adiet-cynconize

Tulisan ini bukan
tulisan ilmiah. Tulisan ini bukan sebuah tulisan yang mengajak pembacanya untuk
memperbaiki apa yang terjadi di

Indonesia

saat ini. Ini adalah sebuah tulisan tentang suara hati seorang anak muda yang
ingin merubah hidupnya.

 

Setiap manusia tentu
menginginkan sebuah kehidupan yang baik dan kalau bisa, hidupnya tidak bertemu
dengan hal-hal negatif. Selalu ingin merasa senang dan bahagia mungkin sudah
menjadi sifat dasar manusia. Jika hidupnya berada dalam sebuah keadaan yang
dinilai tidak baik, secara otomatis manusia akan berpikir untuk menuju
kehidupan yang lebih baik.

 

Revolusi hidup
tampaknya menjadi sebuah pilihan dalam meyikapi keadaan yang dinilai kurang
bersahabat. Revolusi atau perubahan hidup bisa saja merubah cara pandang kita
terhadap kehidupan, tentu saja hal ini menuntut kedewasaan seseorang. Dan ini
berarti, revolusi hidup tersebut dialami oleh individu.

 

Tapi pada
kenyataannya, revolusi hidup tidak hanya dilakukan oleh individu. Revolusi
hidup juga merambah ke sistem atau tata cara serta kebiasaan hidup masyarakat. Contoh
paling sederhana adalah saat ini  jangan
harap anak-anak kecil akan menyanyikan lagu Pelangi-pelangi, Potong Bebek
Angsa, Balonku, atau lagu-lagu yang identik dengan kehidupan anak kecil. Jika diminta
menyanyi, mereka akan dengan senang hati akan menyanyikan lagu Duo Maia, Yovie
and The Nuno, Peter Pan, The Chungcuters, atau sederet lagu remaja dan dewasa
lainnya. Bukan hanya soal nyanyian, anak kecil sekarang akan sangat senang jika
menonton sinetron yang bertemakan cinta daripada menonton film kartun seperti
Doraemon dan Digimon, malah penikmat film kartun saat ini kebanyakan adalah
anak-anak SMA. Anak kecil sekarang juga sangat pintar jika ditanya apa yang
sedang terjadi di dunia selebritis karena infotainment sudah menjadi konsumsi
wajib bagi anak-anak. Jelas, kenyataan ini sangat berbeda sekali dengan
kehidupan anak-anak sepuluh tahun yang lalu.

 

Oke, kita tinggalkan
dulu fenomena revolusi dalam kehidupan anak-anak. Aku juga ingin melakukan revolusi
dalam hidupku. Aku ingin segera melakukan sebuah perubahan, jika perlu
perubahan yang radikal untuk hidupku. Aku menginginkan sesuatu yang lebih baik
daripada apa yang kurasakan sekarang. Revolusi yang ingin kulakukan bukan
tentang materi, tapi bagaimana cara pandangku terhadap kehidupan dan semua apa
yang terjadi dalam hidup ini.

 

Keinginan itu
tampaknya kurang bisa berjalan dengan mulus selagi di hati ini masih menyimpan
sebuah kegelisahan. Kegelisahan yang seharusnya sudah tidak perlu menghampiri
diri ini. Kegelisahan ini membuatku pesimis dan aku berpikir, selagi
kegelisahan ini masih bersama diriku, mustahil aku bisa merevolusi hidupku. Aku
merasa kehilangan motivasi dalam setiap pekerjaan yang kulakukan karena
kegelisahan ini, meskipun telah berkali-kali aku membaca slide-slide motivasi
untuk megembalikan motivasi diri.

 

Ah, tampaknya aku
tidak perlu mempermasalahkan kegelisahan ini. Aku harus memikirkan bagaimana
caranya mengembalikan motivasi diriku. Aku tahu, sulit untuk diriku melepaskan
kegelisahan dalam hatiku ini tapi rasanya, tidak ada alasan untuk menyerah
kepada kegelisahan tersebut. Aku harus menghilangkan kegelisahan di dalam hati
ini, atau paling tidak meminimalisirnya agar aku bisa segera merevolusi
hidupku.

 

Aku ingin segera
melakukan revolusi hidup. Terkadang, aku merasa hidupku ironis sekali karena
aku bisa menangisi kegelisahan ini tetapi aku tidak bisa menangisi dosa-dosa
dan kesalahan yang telah aku perbuat. Aku bisa menjadi pusing karena
kegelisahan di dalam hati ini, tapi aku tidak bisa pusing karena segudang
amanah yang telah dipercayakan kepadaku. Itu sebabnya aku ingin segera
merevolusi hidupku karena aku tidak mau menjadi orang yang hanya mementingkan
kehidupan dunia tanpa mementingkan persiapan menuju kehidupan akhirat nanti.

 

Aku sadar, melalui
revolusi hidup ini, aku mungkin tidak
dapat mengubah dunia yang aku di sekitarku, tapi aku dapat mengubah cara aku
melihat dunia di dalamku
. Seorang Vince Lombardi pernah berkata, “Masalahnya bukanlah apakah anda dijatuhkan,
tetapi apakah anda bangkit kembali
”. Ya, aku harus bangkit dari semua
kegelisahan hatiku apalagi di tahun 2008 ini, Presiden SBY mencanagkan
Indonesia Bangkit dalam peringatan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional
(lho..kok gini).

 

Hidup adalah perbuatan, karena itulah aku ingin segera merevolusi hidupku, melakukan
perubahan untuk sesuatu yang lebih baik. Aku harus segera mengalahkan
kegelisahan di dalam hati ini agar tidak ada lagi yang mengatakan aku seperti
seorang psikopat. Motivasiku harus segera kembali agar revolusi ini bisa cepat
terlaksana. Dan ya Allah, ajarilah aku memahami semua ini.

Tinggal Kenangan

June 30th, 2008 by adiet-cynconize

Kurang lebih dua setengah tahun sudah seseorang
itu berada di luar jangkauanku. Memang, dua setengah tahun adalah waktu yang
cukup lama dan seharusnya aku sudah bisa benar-benar melupakannya. Tapi sampai
hari ini aku masih tidak bisa melupakannya. Segala sesuatu yang pernah aku
lewati bersama dia kini hanya tinggal
kenangan
. Jika melihat apa yang aku rasakan saat ini, tentu saja aku masih
mengharapkan dirinya.

 

Awal dari semua ini ketika aku berada di kelas
XI SMA. Saat itu, tim basket putri sekolahku kekurangan pemain. Berdasarkan
informasi salah satu adik kelas, aku bertemu dengan dia dan mengajak dia untuk
bergabung ke dalam tim basket sekolahku. Waktu pertama kali bertemu dengan dia,
aku bersikap biasa-biasa saja.

 

Buah semangka di dasar laut, tak disangka
hatiku terpaut. Buah nangka kulitnya berduri, tak disangka hatiku tercuri. Ya,
akhirnya aku tertarik padanya. Semua berjalan sesuai rencana, berawal dari sms
memakai identitas palsu, sekedar main-main sekaligus basa-basi dalam pede kate,
aku pun menjadi dekat dengan dia. Tiada hari tanpa smsan dengan dia. Tiap hari
aku iseng misscall dia, misscall yang juga berbalas misscall darinya. Selama kurang lebih 6
bulan, hari-hariku terasa sangat indah.

 

Sampai akhirnya apa yang tidak kuinginkan
terjadi. Di tengah ketidakjelasan status hubungan kami, dia berpaling dan
menemukan seseorang yang dia anggap tepat untuk dirinya. Pupus sudah apa yang aku harapkan dan kenyataan itu sempat membuat
hatiku luluh lantak.

 

Sampai hari ini aku hanya bisa mengingat dan
mengenang semua kenangan terindah
yang kurasakan bersamanya. Begitu indah
apa yang pernah kulalui bersamanya dulu. Masih segar di dalam ingatanku ketika
pertama kali aku mengantar dia pulang ke rumah karena aku “dijebak” oleh
teman-temanku dan saat-saat aku ada kesempatan untuk mengantar dia pulang ke
rumah. Lalu, mengantar dia pulang ke rumah saat dia selesai les sore di salah
satu lembaga bimbingan belajar, ngobrol dan bercanda dengan dia, berbuka puasa
bersama, makan bareng, dan juga saat dia membalutkan plester pelindung luka di
jempol tangan kananku yang mengeluarkan darah karena terkena benda tajam.
Terkadang aku berpikir, segala sesuatu yang pernah aku lewati bersama dirinya adalah sesuatu yang indah untuk dikenang.

 

Sekarang, aku hanya bisa mengenang apa saja
yang telah aku lalui bersamanya. Aku hanya bisa menyesali kesalahan-kesalahan
yang telah kulalukan sehingga dia berada di luar jangkauanku. Beberapa
kesalahan yang aku sesali itu adalah sikap overprotected
terhadap dirinya (aku mendapat sedikit informasi kalau dia memandangku memiliki
sikap overprotected yang tidak dia sukai dan inilah yang menjadi penyebab utama
dia menjauh dariku). Satu lagi yang aku sesalkan adalah caraku dalam
memperkenalkan konsep ta’aruf dengan kacau balau dan amburadul kepada dia sehingga
mungkin muncul kebingungan di dalam dirinya. Maklum saja, waktu itu aku masih ABG, sehingga emosiku masih sangat
meledak-ledak menyampaikan segala hal yang baru kuketahui.

 

Aku telah memutuskan untuk jalan terus dalam mengejar mimpiku yang satu ini. Aku berharap
masih ada kesempatan kedua darinya
untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Aku tahu, mungkin sekarang dia sudah
bosan dan jenuh dengan segala yang
kulakukan selama dua setengah tahun ini, tapi tidak ada salahnya untuk berusaha,
bukankah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini?

 

Sikapku yang terus menanti sebuah jawaban sampai dia memberiku kesempatan sekali lagi dinilai oleh beberapa orang
sebagai tindakan yang percuma dan sia-sia. Ya, karena sikapku ini mungkin saja
mereka menganggapku sebagai manusia
bodoh
. Aku tidak bermaksud sombong serta mengabaikan semua saran dari orang
lain (mungkin termasuk kalian, sahabatku yang membaca tulisan ini), aku
terpaksa mengambil sikap “Emang Gue
Pikirin
” dari pandangan orang terhadap diriku saat ini karena aku yakin akan
datangnya sebuah keajaiban, paling tidak untuk saat ini. Bisa saja keajaiban
itu adalah hikmah dari apa yang terjadi selama ini sehingga aku bisa menjadi
lebih baik dari sebelumnya dan aku mendapatkan yang lebih baik dari dirinya
atau mungkin keajaiban itu adalah sikap dia yang kembali berpihak kepadaku. Dan
aku tidak berpikir bahwa cinta ini
membunuhku
, terlalu naif rasanya jika aku mati karena dia. Aku masih bisa
berpikir normal dan akal sehatku masih jalan walaupun aku berada di tengah
keadaan yang tidak berpihak padaku.

 

Aku memang sering berkata kepada teman-temanku,
bahwa aku tidak lagi mengharapkan dia dan sejujurnya sudah beberapa kali aku
mencoba untuk mencari penggantinya, tapi aku tetap tidak bisa membohongi diriku
sendiri kalau aku masih mengharapkannya dan aku masih beranggapan dia adalah
yang terbaik (setidaknya sampai hari ini).

 

Mungkin karena sifat keras kepala yang sudah
melekat pada diriku sehingga sampai detik ini aku masih saja berharap dia akan
merubah pikirannya dan aku bisa dekat dengan dia seperti dulu. Memang bagai
pungguk merindukan rembulan jika melihat keadaanku dengan dia saat ini. Tapi,
aku masih berharap adanya keajaiban karena aku masih berpikir tidak ada yang
tidak mungkin di dunia ini termasuk sikap dia yang kembali berubah seperti dulu
sehingga aku bisa dekat lagi dengan dia.

 

Sampai detik ini, aku masih berusaha untuk menjaga hati. Dalam doaku, aku berharap
Allah mengabulkan keinginanku. Aku berharap My Almighty mengizinkanku untuk kembali
dekat dengan dia. Tapi, jika keinginanku ini dikabulkan, aku juga berharap hal
ini tidak menyebabkan kerenggangan kedekatanku dengan Sang Pencipta dan malah
lebih mendekatkan diriku dengan-Nya.

 

Hanya sisa-sisa keyakinan akan datangnya sebuah
keajaiban impianku akan menjadi nyata inilah yang membuatku sedikit bersemangat
untuk bertahan dalam mengejar
impianku ini. Semoga Yang Maha Kuasa segera menjawab segala kegelisahan ini
sehingga semuanya segera menjadi jelas dia
milikku
atau bukan. Dan dibalik semua yang terjadi ini, aku yakin My
AlMighty punya rencana dan sesuatu yang sangat baik untukku.

Aku Bingung

June 27th, 2008 by adiet-cynconize

Aku bingung kenapa masa lalu itu kembali menghantui.
Aku bingung kenapa aku masih saja mengharapkan sesuatu yang sangat tidak mungkin terjadi.
Aku bingung kenapa aku beranggapan dia adalah yang terbaik dan begitu berarti bagiku.
Aku bingung kenapa aku membuat sebuah kesalahan fatal di waktu dulu.
Aku bingung kenapa tiba-tiba dia kembali lagi ke pikiranku.
Aku bingung kenapa dia yang mulai terlupakan kembali lagi ke dalam hati ini.
Aku bingung kenapa semangat yang telah ku bangun dalam waktu yang cukup lama bisa benar-benar. hilang dari dalam diri ini hanya dalam beberapa detik ketika dia terlintas kembali di kepalaku.

Apakah ini merupakan hukuman karena aku kembali memperpanjang jarakku dengan Sang Penciptaku?
Atau ini terjadi karena aku adalah seorang Manusia Bodoh, yang tidak bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu.

Aku bingung kenapa semua ini terjadi.