Kelelahan Tiada Henti…
Saturday, March 22nd, 2008Manusia tercipta karena bergerak, dan untuk bergerak, maka bergeraklah! Maka Dia akan bersama kita. (Ahli Hikmah).
Kata-kata di atas merupakan sebuah kata bijak yang bermakna cukup dalam. Setidaknya, itulah yang ana (saya) dapatkan dari buku Risalah Pergerakan Mahasiswa karangan Indra Kusumah. Dan jujur saja, sampai detik ini ana belum begitu mengerti dengan maka kata-kata bijak tersebut.
Bulan ini ana disibukkan dengan berbagai kegiatan. Mulai akhir Februari 2008, waktu istirahat ana di akhir pekan bisa dibilang sedikit sekali. Berbagai kegiatan dan acara pasti datang menghampiri di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu yang semestinya menjadi hari-hari untuk melepaskan kelelahan. Ya, mungkin saja ini konsekuensi dari status mahasiswa… wallahualam
Satu-satunya weekend yang membuat ana cukup terhibur (setidaknya sampai hari ini) adalah awal bulan Maret 2008. saat itu, hari sabtu sebenarnya ana ada syuro (rapat) dengan teman-teman di BO. Ukhuwah, sebuah organisasi keislaman di FE Unsri untuk membahas masalah acara Seminar Akuntansi Syariah yang akan dilaksanakan teman-teman dari Ikatan Mahasiswa Akuntansi (IMA) FE Unsri dan Islamic Studies of Economics-Forum (ISEF) yang ana pimpin. Syuro yang dimulai pukul 10.45 ana tinggalkan sekitar 45 menit kemudian, memang ana waktu hari itu sebenarnya sedang kurang enak badan, sakit perut ana kambuh. Lalu ana kabur ke Palembang Indah Mall untuk nonton Ayat-Ayat Cinta..hehehehehehe. Keesokan harinya, ana berniat nonton All Stars Indonesia Basketball League (IBL), tapi rencana itu gagal, ana hanya menghabiskan waktu di Palembang Square, sekedar cuci mata dan merasakan hawa sejuk mall sampai akhirnya melihat seorang selebritis dengan mata kepala sendiri. Hanya saja, ana sedikit kecewa setelah lelah memenuhi amanah guru ana waktu SMA dulu, selebritis yang ana lihat itu bukan Krisdayanti, penyanyi yang suaranya ingin ana dengarkan langsung, bukan lewat televisi atau mp3, tapi hanya seorang Dimas Beck..huhuhuhu
Dan hari-hari berikutnya adalah hari-hari yang sangat melelahkan. Banyak sekali agenda dan amanah yang di alamatkan kepada ana. Ana tau, ana ga boleh mengeluh tapi jujur saja, sejak 1 bulan terakhir ana merasa jenuh dan bosan dengan rutinitas ana setiap hari yang orang-orang bilang adalah wajar dan manusiawi serta pasti dialami setiap orang.
Terkadang, ana juga punya waktu untuk istirahat di akhir pekan. Tapi sekali lagi, ada saja hal-hal yang bikin ana merasa tidak punya waktu istirahat. Ada saja SMS dan telpon dari seseorang yang bikin ana harus berpikir keras, tidak bisa santai.
Beberapa hari yang lalu ana merasa sangat lelah dan fisik ana sangat tidak fit. Bahkan di suatu hari, ingin sekali ana berteriak sekeras-kerasnya untuk melepaskan lelah dan beban pikiran karena muatan yang ada di kepala ana terasa sudah melebihi kapasitas. Ana takut ana terjangkit penyakit tipus (atau tipes ?) yang tentu saja akan sangat menghambat kegiatan sehari-hari.
Ana sadar ana tidak boleh mengeluh, ana harus semangat dan bangkit kembali. Ana harus melaksanakan amanat-amanat yang di alamatkan kepada ana. Andaikan saja ada seorang ukhti yang selalu memberikan support kepada ana, ana mungkin tidak akan merasa jenuh dengan rutinitas ana, hehehehehehe, afwan. Ana berusaha menikmati kelelahan ini dengan sebaik mungkin untuk perkembangan potensi diri.
Di penghujung bulan ini ana berencana untuk pulang ke Bengkulu. Kebetulan ada libur selama 4 hari, insya Allah cukup untuk melepaskan kelelahan dengan bertemu keluarga tercinta. kebetulan Ayah ana sedang pulang ke Bengkulu juga dari tempat tugasnya di Kupang , Nusa Tenggara Timur. Dan semoga kelelahan tiada henti itu pergi jauh-jauh dari diri ana dan berganti dengan semangat tiada henti. Amien….