Archive for June, 2008

Tinggal Kenangan

Monday, June 30th, 2008

Kurang lebih dua setengah tahun sudah seseorang
itu berada di luar jangkauanku. Memang, dua setengah tahun adalah waktu yang
cukup lama dan seharusnya aku sudah bisa benar-benar melupakannya. Tapi sampai
hari ini aku masih tidak bisa melupakannya. Segala sesuatu yang pernah aku
lewati bersama dia kini hanya tinggal
kenangan
. Jika melihat apa yang aku rasakan saat ini, tentu saja aku masih
mengharapkan dirinya.

 

Awal dari semua ini ketika aku berada di kelas
XI SMA. Saat itu, tim basket putri sekolahku kekurangan pemain. Berdasarkan
informasi salah satu adik kelas, aku bertemu dengan dia dan mengajak dia untuk
bergabung ke dalam tim basket sekolahku. Waktu pertama kali bertemu dengan dia,
aku bersikap biasa-biasa saja.

 

Buah semangka di dasar laut, tak disangka
hatiku terpaut. Buah nangka kulitnya berduri, tak disangka hatiku tercuri. Ya,
akhirnya aku tertarik padanya. Semua berjalan sesuai rencana, berawal dari sms
memakai identitas palsu, sekedar main-main sekaligus basa-basi dalam pede kate,
aku pun menjadi dekat dengan dia. Tiada hari tanpa smsan dengan dia. Tiap hari
aku iseng misscall dia, misscall yang juga berbalas misscall darinya. Selama kurang lebih 6
bulan, hari-hariku terasa sangat indah.

 

Sampai akhirnya apa yang tidak kuinginkan
terjadi. Di tengah ketidakjelasan status hubungan kami, dia berpaling dan
menemukan seseorang yang dia anggap tepat untuk dirinya. Pupus sudah apa yang aku harapkan dan kenyataan itu sempat membuat
hatiku luluh lantak.

 

Sampai hari ini aku hanya bisa mengingat dan
mengenang semua kenangan terindah
yang kurasakan bersamanya. Begitu indah
apa yang pernah kulalui bersamanya dulu. Masih segar di dalam ingatanku ketika
pertama kali aku mengantar dia pulang ke rumah karena aku “dijebak” oleh
teman-temanku dan saat-saat aku ada kesempatan untuk mengantar dia pulang ke
rumah. Lalu, mengantar dia pulang ke rumah saat dia selesai les sore di salah
satu lembaga bimbingan belajar, ngobrol dan bercanda dengan dia, berbuka puasa
bersama, makan bareng, dan juga saat dia membalutkan plester pelindung luka di
jempol tangan kananku yang mengeluarkan darah karena terkena benda tajam.
Terkadang aku berpikir, segala sesuatu yang pernah aku lewati bersama dirinya adalah sesuatu yang indah untuk dikenang.

 

Sekarang, aku hanya bisa mengenang apa saja
yang telah aku lalui bersamanya. Aku hanya bisa menyesali kesalahan-kesalahan
yang telah kulalukan sehingga dia berada di luar jangkauanku. Beberapa
kesalahan yang aku sesali itu adalah sikap overprotected
terhadap dirinya (aku mendapat sedikit informasi kalau dia memandangku memiliki
sikap overprotected yang tidak dia sukai dan inilah yang menjadi penyebab utama
dia menjauh dariku). Satu lagi yang aku sesalkan adalah caraku dalam
memperkenalkan konsep ta’aruf dengan kacau balau dan amburadul kepada dia sehingga
mungkin muncul kebingungan di dalam dirinya. Maklum saja, waktu itu aku masih ABG, sehingga emosiku masih sangat
meledak-ledak menyampaikan segala hal yang baru kuketahui.

 

Aku telah memutuskan untuk jalan terus dalam mengejar mimpiku yang satu ini. Aku berharap
masih ada kesempatan kedua darinya
untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Aku tahu, mungkin sekarang dia sudah
bosan dan jenuh dengan segala yang
kulakukan selama dua setengah tahun ini, tapi tidak ada salahnya untuk berusaha,
bukankah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini?

 

Sikapku yang terus menanti sebuah jawaban sampai dia memberiku kesempatan sekali lagi dinilai oleh beberapa orang
sebagai tindakan yang percuma dan sia-sia. Ya, karena sikapku ini mungkin saja
mereka menganggapku sebagai manusia
bodoh
. Aku tidak bermaksud sombong serta mengabaikan semua saran dari orang
lain (mungkin termasuk kalian, sahabatku yang membaca tulisan ini), aku
terpaksa mengambil sikap “Emang Gue
Pikirin
” dari pandangan orang terhadap diriku saat ini karena aku yakin akan
datangnya sebuah keajaiban, paling tidak untuk saat ini. Bisa saja keajaiban
itu adalah hikmah dari apa yang terjadi selama ini sehingga aku bisa menjadi
lebih baik dari sebelumnya dan aku mendapatkan yang lebih baik dari dirinya
atau mungkin keajaiban itu adalah sikap dia yang kembali berpihak kepadaku. Dan
aku tidak berpikir bahwa cinta ini
membunuhku
, terlalu naif rasanya jika aku mati karena dia. Aku masih bisa
berpikir normal dan akal sehatku masih jalan walaupun aku berada di tengah
keadaan yang tidak berpihak padaku.

 

Aku memang sering berkata kepada teman-temanku,
bahwa aku tidak lagi mengharapkan dia dan sejujurnya sudah beberapa kali aku
mencoba untuk mencari penggantinya, tapi aku tetap tidak bisa membohongi diriku
sendiri kalau aku masih mengharapkannya dan aku masih beranggapan dia adalah
yang terbaik (setidaknya sampai hari ini).

 

Mungkin karena sifat keras kepala yang sudah
melekat pada diriku sehingga sampai detik ini aku masih saja berharap dia akan
merubah pikirannya dan aku bisa dekat dengan dia seperti dulu. Memang bagai
pungguk merindukan rembulan jika melihat keadaanku dengan dia saat ini. Tapi,
aku masih berharap adanya keajaiban karena aku masih berpikir tidak ada yang
tidak mungkin di dunia ini termasuk sikap dia yang kembali berubah seperti dulu
sehingga aku bisa dekat lagi dengan dia.

 

Sampai detik ini, aku masih berusaha untuk menjaga hati. Dalam doaku, aku berharap
Allah mengabulkan keinginanku. Aku berharap My Almighty mengizinkanku untuk kembali
dekat dengan dia. Tapi, jika keinginanku ini dikabulkan, aku juga berharap hal
ini tidak menyebabkan kerenggangan kedekatanku dengan Sang Pencipta dan malah
lebih mendekatkan diriku dengan-Nya.

 

Hanya sisa-sisa keyakinan akan datangnya sebuah
keajaiban impianku akan menjadi nyata inilah yang membuatku sedikit bersemangat
untuk bertahan dalam mengejar
impianku ini. Semoga Yang Maha Kuasa segera menjawab segala kegelisahan ini
sehingga semuanya segera menjadi jelas dia
milikku
atau bukan. Dan dibalik semua yang terjadi ini, aku yakin My
AlMighty punya rencana dan sesuatu yang sangat baik untukku.

Aku Bingung

Friday, June 27th, 2008

Aku bingung kenapa masa lalu itu kembali menghantui.
Aku bingung kenapa aku masih saja mengharapkan sesuatu yang sangat tidak mungkin terjadi.
Aku bingung kenapa aku beranggapan dia adalah yang terbaik dan begitu berarti bagiku.
Aku bingung kenapa aku membuat sebuah kesalahan fatal di waktu dulu.
Aku bingung kenapa tiba-tiba dia kembali lagi ke pikiranku.
Aku bingung kenapa dia yang mulai terlupakan kembali lagi ke dalam hati ini.
Aku bingung kenapa semangat yang telah ku bangun dalam waktu yang cukup lama bisa benar-benar. hilang dari dalam diri ini hanya dalam beberapa detik ketika dia terlintas kembali di kepalaku.

Apakah ini merupakan hukuman karena aku kembali memperpanjang jarakku dengan Sang Penciptaku?
Atau ini terjadi karena aku adalah seorang Manusia Bodoh, yang tidak bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu.

Aku bingung kenapa semua ini terjadi.

Sunyi, Sepi, Sendiri (lagi…)

Wednesday, June 25th, 2008

wah..aku dah 2 minggu ada di Bengkulu..lumayan buat refreshing setelah ujian semester dan sebelum ikut semester pendek..
tapi, yang aku temukan di Bengkulu agak meleset dari harapanku..temen2 yang berjuang di pulau jawa kebanyakan ga pulang atau belum pulang sampai aku angkatan kaki dari bumi rafflesia..

tiap main futsal..jadi kiper yang ga bagus (coz dah hampir 1 tahun ga main futsal, apa lagi jadi kiper).
tiap ke BIM, ga ada 21..(ya iyalah..mallnya kayak pasar Tradisional modern gitu, pasar minggu kaleee).
tiap ke pantai panjang cuma ngeliat dua anak manusia memadu kasih dengan mesra karena terpengaruh film-film Amerika.
tiap lewat SD 11 di kampung, yang ada cuma inget kenangan kalah dengan menyakitkan waktu lomba mata pelajaran IPS sekota Bengkulu kelas 6 SD dulu. ga hanya itu, yang terparah malah jadi inget kenangan dan jadi kangen (dikit kok, ga banyak) ama *AY* (sorry bro, nama sengaja dirahasiakan untuk meminimalisir ketegangan dunia barat dan Iran, lho..lho..)

alhasil, liburan kali ini (plus ditambah bolos) menjadi freak banget buat aku..aku jadi canggung, ling-lung..bingung..halah..tapi aku juga mesti bbersyukur karena aku masih bisa bertemu dan berkumpul dengan keluargaku dan beberapa orang sahabat-sahabatku yang baik, pintar, perhatian, rajin menabung, dan memiliki masa depan yang cemerlang..walalupun ga semua dari mereka yang aku temui karena dah beberapa liburan ini, aku lebih sering di rumah..merasa lebih enak aja gitu..*sorry ya sahabat2ku bukannya aku sombong, tapi lagi dapet M..Males maksudnya..hehe*

puncak dari semua ini adalah… Mama dan ke-2 adekku berangkat ke Kupang buat mengunjungi Papa, sekalian liburan juga..alhasil, aku jadi merasa sepi..aku tidak ikut karena aku Insya Allah ikut semester pendek..dunia bakal terasa sunyi, sepi, sendiri lagi karena aku akan segera pulang ke Palembang…huh, semoga saja sendiri itu indah-lagunya Seurius- itu emang indah.

aku merasa jadi kurang bersemangat lagi..kok bisa ya??
duh..kenapa ini..satu hal yang bikin aku cukup berlapang dada untuk ikut semester pendek adalah karena aku udah janji ama sandra dewi untuk cepat-cepat selesaikan kuliah biar cepat nikahkan dia..lha..lah..kok begini om???

klo ada yang sms buat nyaranin, “biar kamu semngat, maen aja ke rumah cewek kamu atau sms aja dia.”
dengan tegas akan aku jawab, “maaf bung, aku ga punya pacar kaleee..saran kamu itu ga ngena banget deh..oke audiens..anything else???” (kok ga nyambung ya??)

ya..aku berusaha menikmati apa yang ada di hidup ini. karena hidup ini memang sebuah siklus seperti siklus hujan atau Product Life Cycle..senang-sedih-rame-sepi-kenyang-laper-kebelet-ga kebelet..dan sekarang aku sedang berada dalam siklus itu.

I don’t know why…

Saturday, June 21st, 2008

Ga tau kenapa akhir2 ini aku jadi aneh lagi..lebih sering melamun yang ga penting..
tiap pulang ke kota asal, berharap dia juga pulang dan ketemu dia. Tiap buka fs berharap ada comment dari dia, tiap melintasi “jalan kenangan” jadi ingat ma dia dan segala sesuatu tentang dia..huh..hidup emang sulit, padahal, aku sudah bertekad untuk memulai “hidup baru”…jadi adiet yang baru dan ga seperti dulu lagi, tapi kayaknya sulit banget buat menghilangkan semua yang udah jadi kebiasaan dan kenangan-kenangan masa lalu…capek deh..

angin laut pergi, lalu datanglah angin darat..gugur satu, lalu tumbuh satu…
ada aja yang buat diriku seperti kembali ke kebiasaan masa lalu..
tiap buka fs berharap ada komen dari dia, tiap pegang hape, berharap ada sms dari dia, tiap melamun yang terlintas wqajah dia, padahal yang dilamunin adalah kenaikan harga BBM….

aku ga tau kenapa semua jadi seperti ini..aku ga tau kenapa kebiasaan2 masa lalu itu kembali..padahal aku udah bertekad untuk jadi adiet yang baru..tapi tenyata, membuat sebuah perubahan emang sangat sulit. pantasan, waktu reformasi 1998 situasi jadi tak menentu..

ga tau kenapa tiap lihat ada komen dari “oposisi” atau “lawan politik” di FS dia, hatiku jadi ga enak..tiap lihat foto dia, hatiku segera berkata ingin menjadikan dia orang yang sah..padahal, diri ini dari ujung rambut sampai ujung kaki belum siap!!!!

ga tau kenapa sulit banget buat tinggalkan yang satu ini..padahal dulu, tepat pada 1 JANUARI 2006 aku sudah mendapatkan pelajaran sangat berharga yang ga bisa aku dapatkan di International School sekalipun..aku ga mau dua kali masuk ke lubang yang sama..hanya keledai (buta pula) yang masuk dan terperosok dua kali ke dalam lubang yang sama….

I don’t know why my days be like this… Tapai.. Tapai… Tapai…

Badai Pikiran

Thursday, June 19th, 2008

Badai Pikiran kembali menerjang…
menghempaskan segala ketenangan di dalam jiwa
mengguncang kedamaian diri
menambah gelisah hati

Masalah silih berganti mengunjungi diri..
tanpa daya, aku hanya bisa berdiri
menatap sepi dan ketidakberdayaan ini

apakah ini hanya cobaan?
atau sudah menjadi kebiasaan?

Tolong aku melewati semua ini,
Rabb, aku tidak mampu berbuat apapun tanpa-Mu

Aku tau, terkadang, aku sendiri yang mengundang masalah itu
tapi tolong, mulai saat ini hilangkanlah semua itu..
jauhkanlah aku dari badai-badai pikiran ini

Mungkin memang aku harus bersabar
Dan tentu saja mengoreksi diri
Sampai badai itu pergi..

Mungkin aku harus bersabar karena ku tahu
badai pasti berlalu