Revolusi Hidup

Tulisan ini bukan
tulisan ilmiah. Tulisan ini bukan sebuah tulisan yang mengajak pembacanya untuk
memperbaiki apa yang terjadi di

Indonesia

saat ini. Ini adalah sebuah tulisan tentang suara hati seorang anak muda yang
ingin merubah hidupnya.

 

Setiap manusia tentu
menginginkan sebuah kehidupan yang baik dan kalau bisa, hidupnya tidak bertemu
dengan hal-hal negatif. Selalu ingin merasa senang dan bahagia mungkin sudah
menjadi sifat dasar manusia. Jika hidupnya berada dalam sebuah keadaan yang
dinilai tidak baik, secara otomatis manusia akan berpikir untuk menuju
kehidupan yang lebih baik.

 

Revolusi hidup
tampaknya menjadi sebuah pilihan dalam meyikapi keadaan yang dinilai kurang
bersahabat. Revolusi atau perubahan hidup bisa saja merubah cara pandang kita
terhadap kehidupan, tentu saja hal ini menuntut kedewasaan seseorang. Dan ini
berarti, revolusi hidup tersebut dialami oleh individu.

 

Tapi pada
kenyataannya, revolusi hidup tidak hanya dilakukan oleh individu. Revolusi
hidup juga merambah ke sistem atau tata cara serta kebiasaan hidup masyarakat. Contoh
paling sederhana adalah saat ini  jangan
harap anak-anak kecil akan menyanyikan lagu Pelangi-pelangi, Potong Bebek
Angsa, Balonku, atau lagu-lagu yang identik dengan kehidupan anak kecil. Jika diminta
menyanyi, mereka akan dengan senang hati akan menyanyikan lagu Duo Maia, Yovie
and The Nuno, Peter Pan, The Chungcuters, atau sederet lagu remaja dan dewasa
lainnya. Bukan hanya soal nyanyian, anak kecil sekarang akan sangat senang jika
menonton sinetron yang bertemakan cinta daripada menonton film kartun seperti
Doraemon dan Digimon, malah penikmat film kartun saat ini kebanyakan adalah
anak-anak SMA. Anak kecil sekarang juga sangat pintar jika ditanya apa yang
sedang terjadi di dunia selebritis karena infotainment sudah menjadi konsumsi
wajib bagi anak-anak. Jelas, kenyataan ini sangat berbeda sekali dengan
kehidupan anak-anak sepuluh tahun yang lalu.

 

Oke, kita tinggalkan
dulu fenomena revolusi dalam kehidupan anak-anak. Aku juga ingin melakukan revolusi
dalam hidupku. Aku ingin segera melakukan sebuah perubahan, jika perlu
perubahan yang radikal untuk hidupku. Aku menginginkan sesuatu yang lebih baik
daripada apa yang kurasakan sekarang. Revolusi yang ingin kulakukan bukan
tentang materi, tapi bagaimana cara pandangku terhadap kehidupan dan semua apa
yang terjadi dalam hidup ini.

 

Keinginan itu
tampaknya kurang bisa berjalan dengan mulus selagi di hati ini masih menyimpan
sebuah kegelisahan. Kegelisahan yang seharusnya sudah tidak perlu menghampiri
diri ini. Kegelisahan ini membuatku pesimis dan aku berpikir, selagi
kegelisahan ini masih bersama diriku, mustahil aku bisa merevolusi hidupku. Aku
merasa kehilangan motivasi dalam setiap pekerjaan yang kulakukan karena
kegelisahan ini, meskipun telah berkali-kali aku membaca slide-slide motivasi
untuk megembalikan motivasi diri.

 

Ah, tampaknya aku
tidak perlu mempermasalahkan kegelisahan ini. Aku harus memikirkan bagaimana
caranya mengembalikan motivasi diriku. Aku tahu, sulit untuk diriku melepaskan
kegelisahan dalam hatiku ini tapi rasanya, tidak ada alasan untuk menyerah
kepada kegelisahan tersebut. Aku harus menghilangkan kegelisahan di dalam hati
ini, atau paling tidak meminimalisirnya agar aku bisa segera merevolusi
hidupku.

 

Aku ingin segera
melakukan revolusi hidup. Terkadang, aku merasa hidupku ironis sekali karena
aku bisa menangisi kegelisahan ini tetapi aku tidak bisa menangisi dosa-dosa
dan kesalahan yang telah aku perbuat. Aku bisa menjadi pusing karena
kegelisahan di dalam hati ini, tapi aku tidak bisa pusing karena segudang
amanah yang telah dipercayakan kepadaku. Itu sebabnya aku ingin segera
merevolusi hidupku karena aku tidak mau menjadi orang yang hanya mementingkan
kehidupan dunia tanpa mementingkan persiapan menuju kehidupan akhirat nanti.

 

Aku sadar, melalui
revolusi hidup ini, aku mungkin tidak
dapat mengubah dunia yang aku di sekitarku, tapi aku dapat mengubah cara aku
melihat dunia di dalamku
. Seorang Vince Lombardi pernah berkata, “Masalahnya bukanlah apakah anda dijatuhkan,
tetapi apakah anda bangkit kembali
”. Ya, aku harus bangkit dari semua
kegelisahan hatiku apalagi di tahun 2008 ini, Presiden SBY mencanagkan
Indonesia Bangkit dalam peringatan 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional
(lho..kok gini).

 

Hidup adalah perbuatan, karena itulah aku ingin segera merevolusi hidupku, melakukan
perubahan untuk sesuatu yang lebih baik. Aku harus segera mengalahkan
kegelisahan di dalam hati ini agar tidak ada lagi yang mengatakan aku seperti
seorang psikopat. Motivasiku harus segera kembali agar revolusi ini bisa cepat
terlaksana. Dan ya Allah, ajarilah aku memahami semua ini.

2 Responses to “Revolusi Hidup”

  1. karina Says:

    wah panjang nih. hm, gimana yak? sebenarnya perubahan itu tanpa disadari juga akan terjadi kog. jalani saja, jangan dipikir nian oi. btw, sebenarnya kata-kata sutrisno bachir yang “hidup adalah perbuatan” itu agak retoris juga ya. ya iyalah, hidup itu perbuatan, berbuat yang macam-macam. masa hidup diem doang. hiihi. anyway, main-main juga ke blog fs sayyaa!!

  2. nikki Says:

    iya, panjang banget!!!
    bingung juga mau ngoment apa…
    hehe…

    “Revolusi yang ingin kulakukan bukan tentang materi, tapi bagaimana cara pandangku terhadap kehidupan dan semua apa yang terjadi dalam hidup ini”

    terkadang kita lupa untuk lebih memikirkan tentang diri kita. kita sering lebih banyak memperhatikan semua hal yang ada disekitar dan berusaha untuk memperbaikinya…tapi lupa terhadap diri kita…karena untuk sebuah perubahan yang besar, harus dimulai dari perubaha-perubahan yang kecil tanpa mengabaikan juga hal-hal yang besar…
    “islam adalah solusinya”
    wallahualam…

Leave a Reply