Ketika Dipaksa Turun (Chapter 1)
Tuesday, January 13th, 20091 desember 2008 adalah hari yang ditunggu-tunggu seluruh rakyat Indonesia menyusul terus merosotnya harga minya dunia baik jenis Light Sweet maupun Brent hampir 50%. Ya, pada hari itu pemerintah akan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak jenis Premium, walaupun hanya sebesar Rp. 500.
Pukul 00.00 WIB, 15 Desember 2008, secara mengejutkan pemerintah mendadak menurunkan kembali harga BBM jemis Premium dari Rp. 5500 menjadi Rp. 5000 dan Solar dari Rp. 5000 menjadi Rp. 4800. hal ini dilakukan karena harga minyak dunia jenis Light Sweet dan Brent kembali turun berada dikisaran USD 40. terlepas dari kepentingan pollitk untuk menghadapi Pemilu 2009, penurunan harga BBM tentu saja menjadi kabar gembira di akhir tahun dan patut disyukuri.
Itulah berita yang sangat ditunggu masyarakat luas belakangan ini. Terutama bagi mereka yang memiliki kendaraan bermotor. Tapi tidak untuk orang-orang seperti diriku yang sampai hari ini masih setia menggunakan jasa angkot dan bus dalam melakukan aktifitas sehari-hari.
Ongkos angkutan yang belum juga turun walaupun sudah terjadi dua kali penurunan harga BBM membuat diriku menjerit dan hanya bisa menahan tangis. Penurunan harga BBM tidak berpengaruh terhadap pengeluaran harianku yang diharapkan bisa ikut turun sejalan dengan turunnya harga BBM. Kenapa pihak pengelola angkutan begitu banyak alasan sehingga terkesan tidak mau menurunkan tarif angkutannya?
Bisa kita lihat, salah satu faktor terjadinya inflasi adalah harga minyak dunia yang terus naik dan harga BBM dalam negeri pun terpaksa ikut naik. Karena naiknya harga BBM, maka terjadi juga kenaikan hampir seluruh barang kebutuhan sehari-hari. Logikanya, ketika harga BBM turun, tarif angkutan akan ikut turun dan harga kebutuhan sehari-hari juga turun sehingga pengeluaran mahasiswa yang jauh dari orang tua seperti diriku bisa ditekan, itu artinya terjadi penghematan biaya hidup baik bagi diriku maupun orang lain.
Kapan tarif angkutan akan turun? Itulah misteri terbesar saat ini, melebihi misteri siapa pemenang Pemilu Legislatif 2009 dan Presiden RI 2009-2014. apakah para pengelola angkutan lupa dengan perjuangan ribuan sekelompok masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM beberapa bulan lalu? Semoga pengelola jasa angkutan tidak terlena dengan keuntungan yang diperoleh dari turunnya harga BBM dan bisa mengerti apa yang diinginkan oleh pelanggan jasa angkutan, terutama penumpang setia angkot dan bis kota.
Ya, semoga ongkos atau tarif angkutan segera turun, karena itu sangat membantu mahasiswa yang jauh dari orang tua seperti diriku dan masyarakat luas lainnya yang setia dengan angkutan umum dalam melanjutkan hari esok.